Jumat, 24 September 2010

Yang Ringan Mengangkat Yang Berat

Yang Ringan Mengangkat Yang Berat


Anda
percaya tidak kalau yg "Ringan" bisa mengangkat yg "Berat"? Anda tahu lebah si
penghasil madu? Sayapnya lebih ringan dari pada tubuhnya, tapi kenapa sayapnya
mampu mengangkat tubuhnya yg berat itu utk terbang? Sampai hari ini ilmuwan
didunia belum mampu menjawabnya. Itulah Kebesaran Tuhan kita, tidak ada satupun
yang bisa memahami ciptaanNya yang dahsyat. Demikian pula kita, Tuhan kita
lebih hebat dari sayap lebah itu, Dia saja mampu menciptakan sesuatu yg ringan
utk mengangkat yg berat, maka tidak mungkin kalau Dia tidak mampu mengangkat
kita. Jadi Trust God. He can!!

Yohanes di Pulau Patmos

Yohanes di Pulau Patmos


Sejarah Pulau Patmos

Pulau Patmos adalah sebuah pulau kecil di Laut Aegea. Pulau ini merupakan bagian dari kumpulan pulau-pulau Dodecanese di Yunani.

Banyak puing-puing bangunan di sana yang dapat membuktikan bahwa pada jaman dahulu, Pulau Patmos pernah padat penduduknya. Namun ketika jatuh ke tangan Romawi, para penduduknya pun meninggalkan pulau tersebut, dan akhirnya Pulau Patmos dijadikan tempat pengasingan bagi para pelanggar hukum dan terpidana.


Ketika itu, Kerajaan Romawi dipimpin oleh Kaisar Titus Flavius Domitianus yang memerintah dengan tangan besi. Kaisar Domitianus yang lebih dikenal dengan nama Domitian, barangkali adalah salah seorang kaisar yang tidak begitu terkenal. Namun di bawah pemerintahannya, dia berhasil membentuk dasar pemerintahan Romawi yang lebih kuat.


Dia tidak mempercayai siapa-siapa. Dia bahkan mempunyai cermin-cermin di setiap ruangan, agar setiap saat dia dapat mengetahui siapapun yang berada di belakangnya. Dia juga pernah mengasingkan istrinya sendiri karena anak mereka satu-satunya meninggal di usia yang muda.


Yohanes, saudara dan sekutumu dalam kesusahan, berada di Patmos karena setia mengabarkan Injil (Wahyu 1:9)

Pada tahun 95, rasul Yohanes ditangkap dan dibuang ke Patmos karena mengabarkan Injil. Domitian mengharuskan setiap orang memanggil dirinya â?oDominus et Deusâ? yang artinya â?oTuhan dan Allahâ?, sementara Injil mengatakan bahwa Tuhan Yesuslah â?oTuhan dan Allahâ?. Karena itu Kaisar Domitianus memerintahkan agar rasul Yohanes dibuang ke dalam wajan yang berisikan minyak yang mendidih. Akan tetapi, karena pertolongan Tuhan, rasul Yohanes tidak mengalami luka apapun juga. Maka satu-satunya cara untuk menyingkirkan rasul Yohanes adalah dengan mengasingkannya ke Pulau Patmos.


Oleh sebab itu, kita menjadi mengerti alasan mengapa rasul Yohanes menuliskan di Wahyu 1:9, bahwa dia berada di Pulau Patmos karena firman Allah dan kesaksian yang diberikan oleh Yesus. Di sana, ia harus melakukan kerja paksa di siang hari. Pada malam harinya, ia tidur bersama-sama dengan para penjahat di pulau tersebut. Seperti itulah keadaan pada saat itu, yaitu di mana rasul Paulus mendengar suara yang nyaring seperti bunyi sangkakala, berkata: �Apa yang engkau lihat, tuliskanlah di dalam sebuah kitab dan kirimkanlah kepada ketujuh jemaat ini: ke Efesus, ke Smirna, ke Pergamus, ke Tiatira, ke Sardis, ke Filadelfia dan ke Laodikia.� (Wahyu 1:10). Kitab inilah Kitab Wahyu yang sedang kita pelajari bersama setiap hari, agar kita tahu apa yang harus segera terjadi. Haleluya!


Baca: Wahyu 1:9-10


Kemudian Yohanes berpaling untuk melihat suara yang berbicara di belakangnya. Apa yang dilihat Yohanes sampai dia jatuh tersungkur seperti orang mati? Nantikan pembahasan menarik ini di episode selanjutnya, hanya di WAHYU 9779.


©GBI Christ the Healer 2010

Segambar Dengan ALLAH

Segambar Dengan ALLAH


Matius 19 : 23–26

19:23. Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Aku berkata kepadamu,
sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan
Sorga.
19:24Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui
lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."
19:25Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata:
"Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?"
19:26Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal ini tidak mungkin,
tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin."


Mungkin kita sering menyanyikan lagu, "Tiada mustahil bagi DIA, oo… tiada
mustahil bagi DIA…" Apa yang ada dalam benak kita saat menyanyikan lagu
tersebut? Apakah kita berpikir, TUHAN yang gagah perkasa dan Maha Kuasa sanggup
menolong kita untuk menyelesaikan segala permasalahan hidup kita… sakit
penyakit kita menjadi sembuh, kemiskinan kita diubah menjadi kecukupan,
kesedihan kita diangkat oleh-NYA?

Sebagai orang percaya yang ingin terus bertumbuh dewasa, kita harus sadar bahwa
semua itu bukan masalah besar bagi TUHAN. IA bisa menyembuhkan penyakit
sedahsyat apa pun. IA bisa membangkitkan orang mati. Semua itu hal sepele
bagi-NYA. Semestinya saat kita berkata "Tiada mustahil bagi DIA", yang ada
dalam pikiran kita adalah, "Sama sekali bukan hal yang mustahil bagi DIA untuk
menolong kita menembus kemustahilan."

Yang dianggap mustahil sesungguhnya adalah, ALLAH Yang Maha Tinggi, yang tidak
terjangkau akal pikiran manusia, menuntun manusia yang sudah rusak untuk
mengembalikan gambar diri-NYA di dalam diri manusia. ALLAH berkenan
mengembalikan manusia untuk kembali menjadi segambar dengan diri-NYA. Manusia
yang berdosa bisa mencapai kesempurnaan, bisa mencapai kebaikan seperti yang
TUHAN kehendaki.

Keselamatan adalah upaya ALLAH mengembalikan manusia pada rancangan-NYA, yaitu
kembali seperti Adam yang semula dalam keadaan sempurna serta Adam yang
mengerti kehendak TUHAN, apa yang baik dan yang berkenan dan yang sempurna. Itu
mustahil bagi orang kaya (ay. 23–24). Yang dimaksud dengan "orang kaya" di sini
adalah orang yang masih terbelenggu dengan ikatan-ikatan duniawi, yang
menggantungkan diri dengan harta, atau yang mencintai harta.

Namun ALLAH sanggup menggarap manusia untuk kembali menjadi segambar dengan
DIA, asalkan manusia mau memberikan respons, dengan melepaskan segala
belenggu-belenggu ikatan duniawi, atau dalam konteks ayat-ayat ini, rela
menjadi "tidak kaya". Melepaskan belenggu-belenggu duniawi ini sangat
ditentukan oleh kehendak bebas yang TUHAN telah berikan kepada kita, yaitu
keinginan serta hasrat kita sendiri. TUHAN tidak akan memaksa kita. Jikalau
kebenaran ini masuk menjadi milik kita, maka kita akan menjadi orang-orang yang
luar biasa yang mengerti kebenaran dan dimerdekakan oleh kebenaran. Keselamatan
dalam Yesus kristus pun menjadi bernilai dan berarti.


Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.
http://virtuenotes.blogspot.com

Demi Anak, Seorang Ayah Bertarung dengan Beruang

Demi Anak, Seorang Ayah Bertarung dengan Beruang


Kamis kemarin di Berlin, seorang ayah warga negara Belanda nekat melawan seekor beruang untuk menyelamatkan nyawa putrinya yang masih berusia tiga tahun. Peristiwa ini terjadi di Kebun Binatang Luenebach, barat daya Jerman. Demikian diberitakan Media Indonesia.

Kepolisian Jerman, Kamis (19/8) menyatakan pertarungan manusia dengan beruang itu terjadi Rabu (18/8). Seorang pria berusia 34 tahun yang tidak disebutkan namanya, nekat terjun ke kandang beruang setelah mengetahui putrinya terjatuh ke kandang binatang buas tersebut. Diduga, sang anak terjatuh setelah memanjat pagar pengaman yang hanya setinggi satu meter.

Dengan tidak memikirkan keselamatan dirinya, pria tersebut berusaha merebut putrinya dari cengkeraman beruang hitam Asia tersebut.

Akibat perkelahian tersebut, si pria Belanda tersebut mengalami luka-luka. Demikian pula dengan sang anak. Namun, disebutkan luka tersebut tidak mengancam nyawa keduanya yang kini mendapat perawatan di rumah sakit.

Jika seorang bapak manusiawi yang penuh dengan dosa bisa berjuang mengorbankan nyawanya demi anaknya, apalagi Tuhan Allah Bapa kita?

Bacalah dan nikmatilah Mazmur 103:8-13. Betapa bersyukurnya kita memiliki Bapa yang luar biasa mengasihi kita.

Kuncinya hanya satu, KITA TAKUT KEPADA NYA. Takut bukan dalam arti ngeri dan menjauhi Nya, namun sebaliknya hormat, taat, patuh dan mencintai Nya.

ALLAH ADALAH BAPA YANG SANGAT MENYANYANGI KITA, ORANG-ORANG YANG HORMAT, PATUH, TAAT DAN MENCINTAI ALLAH

Ayat Alkitab: Mazmur 103:8-13

103:8

TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.

103:9

Tidak selalu Ia menuntut, dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam.

103:10

Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita,

103:11

tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia;

103:12

sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita.

103:13

Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.

http://www.wilotocorp.com

Berjuanglah...

"Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu!"


Kebiasaan menyontek di antara para murid/pelajar/mahasiswa di dalam ulangan umum atau ujian masih marak di dunia pendidikan Indonesia. Kebiasaan itu sering memperoleh dukungan atau bahkan dorongan dari para guru atau dosen. Kebiasaan jalan pintas atau `budaya instant' itulah yang sungguh memprihatinkan dan merusak sikap mental atau kepribadian manusia Indonesia. Kebiasaan itu menggejala dalam bentuk lain antara lain: ingin cepat-cepat menikmati enaknya hubungan seksual di antara muda-mudi maupun mereka yang bernafsu seks besar, yang berakibat dengan pengguguran atau perpecahanan keluarga atau perceraian. Ada juga orang ingin ingin cepat-cepat kaya dan kemudian tergerak untuk melakukan korupsi atau mencuri/merampok,dst.. Mereka menelusuri `jalan tol/bebas hambatan' yang leluasa dalam waktu singkat, dan dampaknya mereka akan menderita dalam waktu yang panjang atau bahkan seumur hidup. Memang untuk hidup baik, berbudi pekerti luhur, bermoral, dicintai oleh Tuhan dan sesama, harus menghadapi aneka tantangan, masalah maupun hambatan, sebagaimana disabdakan oleh Yesus:"Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat" (Luk 13: 24). Maka sebagai umat beriman yang berhasrat untuk setia dalam penghayatan iman, marilah kita renungkan atau refleksikan sabda Yesus tersebut.

"Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat" (Luk 13:24).
Mengikuti atau menjadi murid-murid Yesus Kristus berarti harus menelusuri jalan salib untuk mendaki bukit Kalvari alias siap sedia untuk menderita bersamaNya. Dengan kata lain kita dipanggil untuk hidup dan bertindak mengikuti `proses', sedikit-sedikit dan lama-lamaan menjadi bukit. Maka dengan ini kami mengingatkan dan mengajak anda sekalian untuk mawas diri perihal panggilan dan tugas masing-masing, sejauh mana hidup dan bertindak mengikuti proses yang benar dan menuju ke keselamatan atau kebahagiaan sejati:
1) Peserta didik/pelajar/mahasiswa: Kami harapkan para peserta didik, pelajar dan mahasiswa dalam melaksanakan tugas utama belajar bersemangat mengikuti `proses mengajar-belajar' dan `eksplorasi'. Keutamaan mendengarkan dengan rendah hati yang mendalam sangat dibutuhkan di dalam belajar, yang disertai keterbukaan dan kesiap-sediaan akan segala kemungkinan dan kesempatan untuk belajar, tumbuh dan berkembang. Hendaknya minimal selama 8 (delapan) jam per hari secara efektif melaksanakan tugas belajar, entah di dalam sekolah maupun rumah. Maka ketika di sekolah kurang lebih selama 6(enam)jam efektif belajar, hendaknya di rumah belajar, entah mengulangi apa yang tadi diajarkan atau mempersiapkan pelajaran yang akan datang selama 2 (dua) jam efektif. Mengikuti proses berarti jujur dan disiplin serta tidak menyontek dalam ulangan atau ujian, sedang bersemangat `eksplorasi' berarti senantiasa merasa haus dan lapar akan aneka pengetahuan dan dengan demikian belajar terus menerus, `auto-didak'. Usahakan agar semakin terampil dalam belajar.
2) Para pekerja: Kami berharap kepada para pekerja setia pada jati dirinya sebagai pekerja, dengan kata lain pertama-tama dan terutama manfaatkan waktu kerja untuk sungguh-sungguh bekerja dengan semangat belajar dan eksplorasi. Hendaknya berpegang pada ajaran Yesus bahwa seorang pekerja layak memperoleh upah atau imbal jasa yang memadai. Semangat belajar dalam dan selama bekerja berarti senantiasa siap sedia diberi tugas atau pekerjaan baru, sesuai dengan kebutuhan atau tuntutan usaha dimana anda bekerja. Hendaknya bekerja keras dengan jujur dan disiplin, serta jauhkan menggunakan waktu kerja untuk urusan pribadi atau bercanda, ngobrol saja. Usahakan agar anda semakin terampil bekerja.
3) Yang merasa terpanggil untuk hidup berkeluarga/menjadi suami-isteri: Kami berharap kepada para suami-isteri untuk menghayati `sakramen perkawinan' atau `janji perkawinan' sebagai `SIM'/ Surat Izin Mengasihi, awal langkah untuk membuktikan bahwa anda berdua saling mengasihi. Maka baiklah ajaran Paulus perihal kasih ini menjadi pedoman atau pegangan dalam saling mengasihi, yaitu: "Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan" (1Kor 13:4-8a). Saling mengasihi harus dijiwai dengan saling berkorban dengan rendah hati, dan jika anda berdua sungguh saling mengasihi maka anda berdua semakin lama semakin nampak sebagai manusia kembar. Usahakan agar anda berdua terampil dalam mengasihi baik dalam untung maupun malang, sehat maupun sakit sampai mati.
4) Yang merasa terpanggil untuk hidup sebagai imam, bruder atau suster: Sebagai yang terpanggil untuk `hidup wadat atau tidak menikah demi Kerajaan Allah', kami harapkan semakin dikuasai atau dirajai oleh Allah dalam cara hidup dan cara bertindak setiap hari dalam aneka kesibukan, pelayanan atau tugas pekerjaan, dengan kata lain semakin dikasihi oleh Tuhan dan sesama manusia. Siapapun yang bertemu dengan atau melihat kita sebagai yang terpanggil tergerak untuk semakin beriman, semakin membaktikan diri seutuhnya kepada. Tuhan. Kesaksian hidup dan kerja anda sebagai yang terpanggil merupakan cara utama dan pertama dalam rangka promosi panggilan.

"Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak." (Ibr 12:5-6)
Kutipan dari surat Ibrani di atas ini kiranya baik menjadi permenungan dan pegangan kita semua sebagai orang beriman, orang-orang yang dikasihi Tuhan. Marilah kita menghayati diri sebagai anak yang sedang dididik agar tumbuh berkembang sebagai pribadi yang cerdas beriman. Kita sadari dan hayati kebodohan dan kedegilan kita serta kebutuhan untuk dididik dan ditumbuh-kembangkan. Bentuk tindakan mendidik tidak semuanya enak di tubuh, hati, jiwa maupun akal budi, dan sering membuat kita kesakitan atau menderita. Sakit dan menderita karena setia pada panggilan dan tugas pengutusan adalah jalan keselamatan atau kebahagiaan sejati, maka ketika anda harus sakit dan menderita hendaknya tidak menjadi putus asa, melainkan semakin berharap kepada atau menggantungkan diri pada Penyelenggaraan Ilahi/Tuhan. Kita diingatkan bahwa `janganlah anggap enteng didikan Tuhan'. Didikan Tuhan antara lain kita terima melalui arahan, nasihat, ajaran, petuah, ketedanan dst.. dari mereka atau siapapun yang mengasihi kita, maka hendaknya semuanya itu tidak disikapi bagaikan `angin berlalu', melainkan sebagai peringatan yang memacu kita semua untuk terus melangkah maju. Dididik berarti dirubah dan siap sedia berubah, dan setiap perubahan membutuhkan pengorbanan dan perjuangan serta harapan. "Jer basuki mowo beyo" = untuk hidup mulia dan damai sejahtera, orang harus berjuang dan berkorban.

"Pujilah TUHAN, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa! Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan TUHAN untuk selama-lamanya. Haleluya!"
(Mzm 117)

DI TENGAH BADAI

DI TENGAH BADAI


Mungkin sekarang kita tengah berada di pusaran "badai kehidupan".
Persoalan bertubi-tubi datang, kepahitan dan kesusahan menghantam.
Kita pun seolah-olah berjalan di lorong gelap. Kita gentar menatap
esok dan bimbang memulai langkah. Dalam situasi demikian, marilah
sejenak kita berdiam diri dalam keheningan. Lalu simak dan hayati lagu
Ku Berserah Kepada Allahku

(Nyanyikanlah Kidung Baru nomor 128). Ku berserah kepada Allahku di
darat pun di laut menderu Tiap detik tak berhenti, Bapa Surgawi t'rus
menjagaku Ku tahu benar ku dipegang erat, di gunung tinggi dan
samudera Di taufan g'lap ku didekap, Bapa Surgawi t'rus menjagaku

Ya, Tuhan tidak pernah lalai menjaga kita. Bahkan dalam saat-saat
terberat dalam hidup ini, Dia "mendekap" kita. "Ia tidak akan
membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap" (ayat 3).
Kesadaran iman ini akan sangat melegakan. Bisa saja persoalan kita
tidak lantas selesai dan badai hidup kita tidak lantas segera mereda.
Namun satu hal yang pasti, hati kita akan dimantapkan menjadi kuat dan
teguh; pikiran kita akan disegarkan menjadi tenang dan teduh.
Sehingga, kita pun bisa tetap berjalan dalam pengharapan akan hari
esok yang lebih cerah. Maka, pun dalam pahit dan susah, dalam gentar
dan bimbang, tetaplah berpegang pada Tuhan. Jangan jauh-jauh dari-Nya.
Lebih-lebih, jangan tergoda untuk mengambil jalan pintas. Berserah dan
bersabar, dengan tetap mengusahakan yang terbaik. Tuhan tidak akan
mengecewakan --AYA

LEBIH BAIK MENCARI APA YANG SALAH KETIMBANG MENCARI SIAPA YANG SALAH

Ayat Alkitab: Mazmur 121

1 Nyanyian ziarah. Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari
manakah akan datang pertolonganku?

2 Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.

3 Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap.

4 Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel.

5 Tuhanlah Penjagamu, Tuhanlah naunganmu di sebelah tangan kananmu.

6 Matahari tidak menyakiti engkau pada waktu siang, atau bulan pada
waktu malam.

7 TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan
menjaga nyawamu.

8 TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai
selama-lamanya.

http://www.wilotocorp.com

Tanda-tanda akhir jaman

Tanda-tanda akhir jaman


Kiamat sebentar lagi! Benarkah?
Iya, Tuhan Yesus akan datang segera. Namun bukankah Wahyu itu ditulis 2000 tahun yang lalu? Bagaimanakah kita mengetahui bahwa kita sedang berada di akhir jaman?


Tidak hanya pertanyaan-pertanyaan di atas menarik, tetapi juga sangatlah penting untuk dipertanyakan. Tuhan Yesus bahkan pernah mengkritik orang Farisi yang tidak peduli dengan tanda-tanda jaman (Mat 16:2-3).

Tanda-tanda Akhir Jaman, sumber: Alkitab
Alkitab memberitahu kita banyak nubuat mengenai kedatangan Tuhan kembali, dan tanda-tanda akhir jaman. Di Bukit Zaitun, Tuhan Yesus sendiri mengajarkan murid-murid-Nya mengenai tanda-tanda tersebut. Semua itu dilakukan agar murid-murid-Nya, termasuk kita, dapat tetap waspada dan tidak tersesat oleh ajaran-ajaran palsu.


Ketika itu, Tuhan Yesus sedang berbicara dengan murid-murid-Nya sendirian. Mereka bertanya kepada Tuhan, mengenai tanda kedatangan Tuhan dan tanda akhir jaman (Mat 24:3).

Tuhan Yesus menjawab:

1.. Banyak orang akan datang dengan memakai nama-Nya, sambil berkata: �Akulah Kristus� (Mat 24:5)
2.. Akan terjadi banyak peperangan. (Mat 24:6-7)
3.. Kelaparan di berbagai tempat (Mat 24:7)
4.. Gempa bumi di berbagai tempat (Mat 24:7)
5.. Penganiayaan dan kebencian oleh semua bangsa karena nama Tuhan (Mat 24:9)
6.. Banyak orang murtad, saling menyerahkan dan saling membenci (Mat 24:10)
7.. Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang. (Mat 24:11)
8.. Banyak orang akan menjadi durhaka dan tidak mengasihi orang lain (Mat 24:12)
Kita semua sudah tahu dengan pasti, apakah jawaban dari Tuhan Yesus di atas sedang atau telah digenapi. Berita-berita itulah yang setiap hari kita dengar setiap kali kita membaca surat kabar atau mendengarkan siaran berita di televisi dan radio.

Selain daripada yang disebutkan di atas, Tuhan Yesus juga menyebutkan bahwa Injil Kerajaan Allah akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa. Sesudah itu barulah tiba kesudahannya (Mat 24:14). Dan saat ini, Injil Kerajaan Allah sedang atau barangkali sudah diberitakan di seluruh dunia dan menjadi kesaksian bagi semua bangsa. Apalagi dengan perkembangan teknologi yang sangat canggih, Injil Kerajaan Allah diberitakan di mana-mana melalui media masa seperti TV, Radio, Internet, Handphone, dll.

Tuhan Yesus juga meminta kita untuk menarik pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara: yaitu apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kita tahu, bahwa musim panas sudah dekat (Mat 24:32-34, Luk 21:29-31). Pohon ara melambangkan bangsa Israel. Tuhan pernah berfirman kepada Yeremia: â?oSama seperti buah ara yang baik ini, demikianlah Aku akan memperhatikan untuk kebaikannya orang-orang Yehudaâ?¦â? (Yer 24:5). Hosea menuliskan: â?oSeperti buah-buah anggur di padang gurun Aku mendapati Israel dahulu; seperti buah sulung sebagai hasil pertama pohon ara Aku melihat nenek moyangmuâ?¦.â?(Hos 9:10).

Di tahun 70 M, bait Allah dihancurkan. Sejak itu bangsa Israel tidak lagi mempunyai tempat untuk memberikan kurban persembahan. Karena Yerusalem hancur, seluruh bangsa Israel diusir dari tanahnya sendiri dan tersebar ke seluruh penjuru dunia.

Pohon ara yang mulai bertunas melambangkan bangsa Israel yang mulai terbentuk kembali pada tahun 1948. Peristiwa ini juga sudah dinubuatkan oleh nabi Yesaya dan Yeremia. (Yer 16:15, Yes 11:12, Yer 23:3).

Akhir Jaman Sudah Dekat
Setelah mengetahui tanda-tanda akhir jaman yang diajarkan Tuhan Yesus di bukit Zaitun, kita semakin sadar bahwa akhir jaman sudah sangat dekat sekali. Pohon ara sudah bertunas, dan Injil Kerajaan Allah sudah diberitakan di seluruh dunia. Karena itu, marilah kita lebih giat lagi berdoa dan senantiasa berjaga-jaga karena waktunya sudah sangat dekat. Haleluya Amin.

Baca: Matius 24


Yohanes di pulau Patmos? Mengapa Yohanes berada di sana? Nantikan pembahasan menarik ini di episode selanjutnya, hanya di WAHYU 9779.

©GBI Christ the Healer 2010