Selasa, 05 Oktober 2010

Istri yang Bijak..

ISTRI BAGAIKAN PERMATA

Keberhasilan sebuah pernikahan tidak akan pernah bisa dipisahkan dari peran seorang istri. Derek Prince pernah mengatakan bahwa istri diibaratkan seperti leher bagi kepala suami. Kepala bisa berdiri karena ditopang oleh leher yang kuat. Dia menggambarkan bahwa seorang istri memiliki pengaruh yang sangat besar. Coba bayangkan apa yang akan terjadi dengan kepala kalau lehernya sakit? Apa jadinya kepala kalau leher tidak berfungsi? Kepala tidak bisa berbuat apa-apa, bukan? Saya sangat percaya bahwa istri memiliki peran signifikan bagi keberhasilan sebuah pernikahan.

"…, suaminya tidak akan kekurangan keuntungan. Suaminya dikenal di pintu gerbang, kalau ia duduk bersama-sama para
tua-tua negeri." (Amsal 31:11b, 23)

Oleh karena itu, bagi rekan-rekan wanita muda, kualitas-kualitas istri yang seperti permata inilah yang harus dikembangkan dalam hidupmu selagi engkau belum menikah. Inilah yang akan menjadikanmu berhasil saat memegang tanggung jawab sebagai istri sehingga pada akhirnya pernikahanmu pun akan berhasil.

Kualitas 1 – Tunduk

Tunduk adalah kualitas utama yang harus ada dalam seorang istri. Seperti halnya dia tunduk kepada Kristus begitulah seharusnya ia tunduk kepada suami. Ini merupakan kualitas utama dan pertama. Jika istri tidak mau tunduk, dengan sendirinya sang suami tidak akan mampu menjalankan fungsinya.

"Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan …Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah istri kepada suami dalam segala sesuatu." (Efesus 5:22, 24)

"Hai istri-istri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan." (Kolose 3:18)

"Demikian juga kamu, hai istri-istri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan istrinya…Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya." (1 Petrus 3:1, 5)

Jadi ketundukannya seperti kepada Kristus. Tunduk seperti inilah yang membawa kepada pertobatan bagi suaminya.

Kualitas 2 – Dapat Dipercaya

Kebenaran firman Tuhan jelas mengatakan bahwa hati suaminya percaya kepada istrinya (Amsal 31:11a). Itu berarti sang istri dapat dipercaya untuk tetap menjaga kerahasiaan dan memegang perkataan.

"Demikian pula istri-istri hendaklah orang terhormat, jangan pemfitnah, hendaklah dapat menahan diri dan dapat dipercayai dalam segala hal." (1 Timotius 3:11)

"Orang yang dapat dipercaya mendapat banyak berkat." (Amsal 28:20)

Wanita yang luar biasa adalah wanita yang mampu menjaga lidah. Inilah kualitas penting yang harus dikejar para wanita untuk menjadi istri yang cakap.

Kualitas 3 – Baik Hati

Kualitas yang ketiga yang penting bagi seorang wanita adalah baik hati, kecenderungan hatinya untuk selalu melakukan kebaikan kepada suaminya ataupun kepada orang lain. Dia tidak pelit, baik dalam keuangan maupun dalam menyediakan tenaga untuk membantu orang lain.

"Ia berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya." (Amsal 31:12)

"Perempuan yang baik hati beroleh hormat." (Amsal 11:16a)

"Orang yang baik hati akan diberkati, karena ia membagi rezekinya dengan si miskin." (Amsal 22:9)

"[H]idup bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah tangganya, baik hati dan taat kepada suaminya, agar firman Allah jangan dihujat orang." (Titus 2:5)

Kualitas 4 – Rajin

Dia dikenal sebagai wanita yang rajin mengatur rumah tangga dan dalam tanggung jawab lain (pekerjaan).

"Ia mencari bulu domba dan rami, dan senang bekerja dengan tangannya. Ia serupa kapal-kapal saudagar, dari jauh ia mendatangkan makanannya. Ia bangun kalau masih malam, lalu menyediakan makanan untuk seisi rumahnya, dan membagi-bagikan tugas kepada pelayan-pelayannya perempuan. Ia membeli sebuah ladang yang diingininya, dan dari hasil tangannya kebun anggur ditanaminya. Ia mengikat pinggangnya dengan kekuatan, ia menguatkan lengannya. Ia
tahu bahwa pendapatannya menguntungkan, pada malam hari pelitanya tidak padam. Tangannya ditaruhnya pada jentera, jari-jarinya memegang pemintal. Ia memberikan tangannya kepada yang tertindas, mengulurkan tangannya kepada yang miskin. Ia tidak takut kepada salju untuk seisi rumahnya, karena seluruh isi rumahnya berpakaian
rangkap. Ia membuat bagi dirinya permadani, lenan halus dan kain ungu pakaiannya. Ia membuat pakaian dari lenan, dan menjualnya, ia menyerahkan ikat pinggang kepada pedagang. Ia mengawasi segala perbuatan rumah tangganya, makanan kemalasan tidak dimakannya." (Amsal 31:13-22, 24, 27)


Kualitas 5 – Tertawa akan Hari Depan

Kualitas yang penting bagi seorang wanita adalah percaya bahwa Allahlah yang memegang masa depannya. Tidak khawatir akan hari depan! Berani memercayakan hidupnya kepada Allah untuk masa depannya. Bahkan menaruh hidupnya dalam tangan Tuhan karena hanya Dia yang tahu dan mengerti yang terbaik di dalam hidupnya (Yeremia 29:11).

Seorang wanita yang tidak mengalami terobosan dalam hal ini bisa menyebabkan rencana Allah gagal atas keluarganya; istri Lot adalah contohnya. Hidupnya terikat akan harta duniawi sehingga saat diperintahkan Tuhan untuk meninggalkan itu semua, hatinya tidak berpaut kepada rencana Allah, tetapi kepada harta yang dimilikinya. Saya begitu yakin akar dari semuanya itu adalah kekhawatiran akan hari depan. Apakah yang terjadi dengan hidupnya? Firman Tuhan mengatakan dengan jelas bahwa dia menjadi tiang garam (Kejadian 19:26) dan suaminya menurunkan keturunan yang akhirnya menjadi musuh bagi bangsa Israel, yaitu bangsa Amon dan Moab (Kejadian 19:36-38).

Inilah firman Tuhan tentang kualitas ke-5 yang harus dimiliki setiap wanita:

"Pakaiannya adalah kekuatan dan kemuliaan, ia tertawa tentang hari depan." (Amsal 31:25)

Kualitas 6 – Lidahnya Lemah Lembut

Jujur saja, saya benci dengan wanita "ember" (bocor mulut atau suka meleter atau menggosip). Salah satu kualitas istri bagaikan permata adalah lidahnya lembut.

Saya begitu yakin lidah bisa lembut dikarenakan hatinya juga lembut. Firman Allah mengatakan bahwa apa yang dari hati meluap keluar melalui lidah dan perkataan kita. Tidaklah mungkin dari hati yang pahit keluar perkataan yang menguatkan, pasti kepahitanlah yang juga muncul. Tahukah Anda kisah kedua belas pengintai yang dikirim Musa untuk menyelidiki tanah Kanaan? Kesepuluh pengintai yang dikirim oleh Musa tidak diijinkan Allah untuk masuk Tanah Kanaan, bahkan mereka mati di padang belantara! Alkitab mengatakan bahwa mereka dilarang masuk karena menyampaikan kabar busuk kepada seluruh bangsa sehingga bangsa Israel memberontak kepada Allah (Bilangan 13:32-33).

Penulis Amsal menegaskan kualitas istri bagai permata melalui firman yang berbunyi:

"Ia membuka mulutnya dengan hikmat, pengajaran yang lemah lembut ada di lidahnya." (Amsal 31:26)

Kualitas 7 – Takut akan Tuhan

"Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi istri yang takut akan TUHAN dipuji-puji." (Amsal 31:30)

Kitab Pengkhotbah ditutup dengan "Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban bagi setiap orang." Dua perintah itu merupakan dua kewajiban utama yang harus dipegang setiap orang percaya karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat. Hanya dua hal ini yang disarikan oleh raja Salomo yang mampu memberikan kepuasan total.

Takut akan Tuhan adalah kesadaran akan kekudusan, keadilan, dan kebenaran-Nya sebagai pasangan terhadap kasih dan pengampunan-Nya. Takut akan Tuhan berarti memandang Dia dengan kekaguman dan penghormatan kudus serta menghormati-Nya sebagai Allah karena kemuliaan, kekudusan, keagungan, dan kuasa-Nya yang besar. Takut akan Tuhan yang benar akan menyebabkan orang percaya menaruh iman dan kepercayaan untuk beroleh selamat hanya kepada-Nya Keluaran 14:31, Mazmur 85:10; 103:11; 115:11; 130:4). Akhirnya takut akan Tuhan meliputi kesadaran bahwa Dialah Allah yang marah terhadap dosa dan berkuasa untuk menghukum mereka yang melanggar hukum-hukum-Nya yang adil, baik dengan segera maupun dalam kekekalan (Mazmur 76:8-9, Ibrani 10:31).

Seorang wanita harus belajar untuk takut akan Tuhan karena:
1. Kuasa-Nya yang besar selaku Pencipta segalanya dan semua bangsa (Mazmur 33:6-9; 96:4-5, Yunus 1:9).
2. Ia adalah Allah yang kudus (Wahyu 15:4). Oleh karena itu, kita harus memisahkan diri dan melawan dosa.
3. Berkat-berkat yang kita peroleh (Mazmur 130:4, 1 Samuel 12:24, Yeremia 5:24).
4. Allah adil sehingga Ia akan menghukum seluruh umat manusia (Ulangan 17:12-13, Yesaya 59:18-19, Maleakhi 3:5, lbrani 10:26-
31).

Bekat-berkat dari hidup dan takut akan Tuhan antara lain:
1. Kita akan hidup taat kepada perintah-perintah-Nya (Ulangan 5:29; 6:2, 24; 8:6; 10:12; 13:4; 17:19; 31:12, Mazmur 112:1; 119:63).
2. Membenci dosa dan menjauhkan diri dari kejahatan (Amsal 3:7; 8:13; 16:6).
3. Memperoleh hikmat (Mazmur 111:10, Amsal 1:7, 9:10).
4. Mengajar anak-anak kita untuk membenci dosa (Ulangan 4:10; 6:1-2, 6-9).
5. Lanjut usia (Ulangan 6:2, Amsal 10:27).
6. Berhati-hati dan menahan diri dalam pembicaraan (Amsal 10:19, Pengkhotbah 5:2, 6-7).
7. Melindungi kita dari keruntuhan hati nurani dan daya tahan moral kita.
8. Hidup murni dan suci (Mazmur 19:10).
9. Menyembah Dia dengan segenap hati (Mazmur 22:24).
10. Memperoleh kekayaan, kehormatan, dan kehidupan (Amsal 22:4).
11. Hidup tenteram, perlindungan, dan sumber kehidupan (Amsal 14:26 – 27).
12. Penyediaan kehidupan sehari-hari (Mazmur 34:10; 111:5).
13. Hidup bahagia (Pengkhotbah 8:12-13).

Saya percaya dengan kesetiaan mengembangkan kualitas-kualitas inilah maka seorang perempuan muda akan mengalami kedahsyatan janji Tuhan yang berbunyi:

"Berilah kepadanya bagian dari hasil tangannya, biarlah perbuatannya memuji dia di pintu-pintu gerbang!" (Amsal 31:31)

Diambil dan disunting seperlunya dari:
Judul buku: Love Never Fails
Penulis: Budi Abdipatra
Penerbit: Penerbit ANDI, Yogyakarta 2007
Halaman: 99 — 108

Suami ideal berdasarkan firman Tuhan

SUAMI DALAM PERNIKAHAN KRISTEN

"Hai, suami, kasihilah istrimu sebagaimana Kristus telah mengasihi
jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya" (Efe 5:25).

1. Kasih yang Rela Berkorban

Tanggung jawab pertama dari seorang suami dalam pernikahan adalah
mengasihi istrinya. "Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan
janganlah berlaku kasar terhadap dia." (Kol 3:19). Kata yang
digunakan Efe 5 untuk "kasih" suami kepada istrinya adalah kata yang
sama untuk mengungkapkan "kasih" Allah kepada umat-Nya. Kasih ini
adalah kasih yang terus memberi meskipun tidak menerima imbalan.
Kasih ini hanya mencari apa yang baik bagi yang dikasihinya, tanpa
mempedulikan biaya dan pengorbanan secara pribadi. Sebagaimana
kesatuan pernikahan dalam kitab Kejadian merupakan gambaran dari
kasih Allah, hubungan suami istri dalam Efe 5 merupakan gambaran
Kristus dan gereja-Nya.

Kita bisa mengerti dengan lebih baik bagaimana suami hendaknya
mengasihi istrinya ketika kita melihat Kristus mengasihi gereja-Nya.
Dari Efe 5:21-22, buatlah daftar tentang ciri khas dari kasih Kristus
terhadap gereja-Nya. Kemudian, dari ayat-ayat yang sama, buatlah
daftar yang menunjukkan tanggung jawab sang suami dalam mengasihi
istrinya.

2. Pemeliharaan dan Perlindungan

Alkitab tidak mengistimewakan suami lebih dari istri. Peran suami
berpusat pada tanggung jawab, dan menyediakan kebutuhan istrinya
seperti yang disebutkan dalam Efe 5:28-29. Suami dikatakan harus
memberikan kepada istrinya perhatian yang sama seperti kepada
tubuhnya sendiri. Hal ini termasuk menyediakan materi, makan dan
kebahagiaan pada sang istri. Daftarlah kebutuhan yang dimiliki istri
Anda; secara fisik, sosial budaya, emosi, dan rohani.

3. Penghargaan dan Penghormatan

"...hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum
yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih
karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang." (1Pe 3:7).
Para suami seharusnya tidak merendahkan, mengejek dan berbicara kasar
terhadap istri di hadapan orang banyak. Baik secara pribadi maupun di
hadapan umum, seorang suami harus menunjukkan hormat dan penghargaan
kepada istrinya. Suami yang gagal untuk mengasihi dan memberikan
perhatian terhadap istrinya, doanya akan terhalang.

4. Kepemimpinan

"...Karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah
kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh." (Efe 5:23). Alkitab
tidak menekankan kekuasaan secara diktator, melainkan adanya
kepemimpinan. Menjadi kepala keluarga tidak berhubungan dengan
kelemahan atau kekuatan. Kepala keluarga adalah kedudukan pelayanan
yang khusus supaya suatu pernikahan boleh berkembang dan bertumbuh.
Sang suami memberikan contoh dari kehidupan Ilahi.

"...pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah;...Tetapi
aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!"
(Yos 24:15). Pelajarilah bagaimana Yosua memberikan kepemimpinan
secara rohani kepada keluarganya. Kepemimpinan rohani termasuk
memberikan nasihat dan petunjuk berdasarkan firman Allah. Sang suami
memimpin dalam membuat keputusan di keluarga. Dia melibatkan istrinya
dalam doa dan dalam usaha pencapaian persetujuan. Kepemimpinan adalah
suatu tanggung jawab yang berat bagi seorang suami. Dia tidak bisa
menanggungnya sendiri. Kunci untuk menjadi pemimpin di rumah
disebutkan dalam: "Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur
menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh."

5. Sukacita dan Berkat

Dari beratnya tanggung jawab yang dibebankan atas suami, sangat
mungkin baginya untuk menyerah dan melupakan bahwa Allah bermaksud
mengadakan pernikahan untuk kebaikan dan kesukaan. Ketika pernikahan
dilaksanakan sesuai dengan rencana Allah - yaitu dengan kasih,
perhatian, kelembutan, penghargaan dan penghormatan - upahnya adalah
sukacita dan berkat-berkat. Bacalah 1Pe 3:8-12, Rom 12:17,
1Te 5:15, 1Ko 4:12. Seorang yang percaya harus memberi berkat supaya
dapat menerima berkat dari Tuhan.

Seorang suami hendaknya bertanya kepada dirinya sendiri:
1. Apakah kelebihan istri yang bisa saya puji?
2. Dengan cara apa saya bisa menjadi berkat bagi dia?
3. Dalam hal apa saya bisa berterima kasih kepada istri saya?
4. Dalam kehidupan istri saya, hal khusus apa yang harus saya
doakan agar Tuhan memberkatinya?

Dengan suatu sikap dan tindakan yang menanggapi segala sesuatu
sebagai berkat, maka "hari-hari yang baik dan hidup yang diberkati"
bersama sang istri akan diberikan Tuhan kepada suami.

Adam Menjual Bumi ( PELAJARAN -29 )

Wahyu 9779 - Pelajaran

PELAJARAN -29
--------------------------------------------------------------------------------

Adam Menjual Bumi


Gulungan kitab adalah surat tanah

Di topik sebelumnya kita telah membahas bahwa ternyata gulungan kitab di tangan kanan Allah Bapa adalah surat tanah, yaitu surat penjualan bumi ini dari Adam kepada Iblis. Bagaimanakah hal tersebut dapat terjadi? Apakah akibat dari penjualan bumi ini? Mari kita bahas topik menarik ini hari ini.


Manusia berkuasa atas seluruh bumi beserta isinya

Pada mulanya, Allah menciptakan langit dan bumi. Setelah menjadikan segala jenis binatang , Allah menciptakan manusia. Berfirmanlah Allah: â?oBaiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.â? (Kejadian 1:26)

Setelah menciptakan manusia menurut gambar-Nya, Allah memberkati manusia dan berfirman kepada mereka: â?oBeranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.â? (Kejadian 1:28)

Setelah membaca Firman Allah di atas, kita menjadi tahu bahwa manusia diberikan kuasa atas seluruh bumi beserta isinya. Allah menghendaki manusia untuk berkuasa di bumi dan Allah memberikan kuasa itu kepada manusia. Itu juga salah satu alasan mengapa Tuhan menciptakan kita segambar dan serupa dengan-Nya.

Jika kita membaca Mazmur 8:6, kita melihat bahwa Allah telah membuat kita hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotai kita dengan kemuliaan dan hormat. Dalam Bahasa Inggris dikatakan bahwa, kita diciptakan sedikit lebih rendah daripada Allah (â?oa little lower than Godâ?).

Kemudian di ayat 7-9, dikatakan bahwa kita berkuasa atas buatan tangan Allah; segala-galanya telah Allah letakkan di bawah kaki kita. Haleluya! Allah menciptakan kita sungguh berkuasa. Bumi dan seluruh isinya berada di dalam kuasa manusia, termasuk Lucifer dan pengikut-pengikutnya yang dibuang ke bumi.


Adam jatuh ke dalam dosa

Sebagaimana kita ketahui dari Kejadian pasal 3, Iblis berhasil menipu Adam untuk memakan buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, yaitu satu-satunya pohon yang buahnya dilarang Allah untuk dimakan. Akibatnya adalah Adam jatuh ke dalam dosa, dan sebagai hamba dosa, ia menyerahkan atau dengan kata lain menjual kuasanya kepada Iblis.

Salah satu bukti bahwa kuasa itu sudah diserahkan kepada Iblis juga tertulis dengan jelas di Alkitab. Di dalam Lukas 4:6, sewaktu Tuhan Yesus dicoba di padang gurun, Iblis memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dan berkata kepada-Nya: â?oSegala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku, dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki.â?

Mengingat ayat yang sudah kita baca, yaitu Mazmur 8:6, segala kuasa dan kemuliaan itu adalah milik manusia pada awalnya. Tetapi di Injil Lukas ini, Iblis mengatakan bahwa semuanya itu telah diserahkan kepadaku. Siapakah yang menyerahkan kuasa dan kemuliaan itu kepada Iblis? Pasti adalah yang semula mempunyai kuasa dan kemuliaan itu, yaitu Adam.

Sejak itu, dosa masuk ke dalam dunia oleh Adam, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut menjalar kepada semua orang(Roma 5:12). Tetapi begitu besar kasih Allah kepada kita, Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (Yohanes 3:16). Puji Tuhan! Sungguh luar biasa! Kitab Wahyu pasal 5 adalah kejadian di mana Tuhan Yesus menebus kembali bumi ini. Di pasal selanjutnya, Dia membuka satu per satu meterai dari surat tanah tersebut. Iblis tentu tidak tinggal diam pada saat itu, sehingga semua yang ada di bumi akan mengalami Masa Kesusahan Besar. Marilah kita senantiasa berjaga-jaga dan berdoa, agar kita tidak perlu mengalami masa yang penuh kesukaran tersebut. Amin! Haleluya!

Baca: Kejadian 1:26-28, Mazmur 8:6-9


Tidak ada seorangpun yang dapat membuka gulungan kitab itu? Maka menangislah Yohanes dengan amat sedihnya. Nantikan pembahasan menarik ini di episode selanjutnya, hanya di WAHYU 9779.

Episentrum

Episentrum

Roma 10 :17

10:17Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

Alkitab menulis bahwa iman datang dari pendengaran, dan pendengaran oleh Firman
Kristus. Jadi seseorang memiliki iman bukan karena memuji-muji nama TUHAN
dengan nyanyian, bukan pula karena melihat dan mengalami mukjizat, tetapi
karena mendengar Firman Kristus.

Perhatikan, manuskrip-manuskrip Perjanjian Baruyang terbaik menulis "Firman
Kristus" (ῥήματος Χριστοῦ, rématos Khristú), bukan Firman ALLAH. Memang
beberapa manuskrip Perjanjian Baru yang lain ada yang menulis "Firman ALLAH"
(ῥήματος θεοῦ, rématos Theú). Apa bedanya? Tidak beda, karena Kristus adalah
ALLAH.

Hanyakalau dikatakan Firman Kristus, maka kebenaran yang dipahami umat
Perjanjian Baru haruslah bermuara pada Perjanjian Baru. Untuk memahami lebih
lengkap Perjanjian Baru, memang harus membedah Perjanjian Lama. Tetapi laksana
gempa bumi, Perjanjian Baru harus menjadi episentrumnya (pusat gempanya).


Landasan seseorang beriman kepada Tuhan adalah Firman TUHAN yang tertulis di
dalam Alkitab. Untuk itu patut dipersoalkan, berapa ayat, berapa pasal yang
harus dibaca dan berapa khotbah yang harus di dengar sampai seseorang memiliki
pengertian yang cukup sehingga memiliki iman yang benar. Berkenaan dengan hal
ini, tidak sedikit orang yang merasa sudah beriman dengan benar padahal
sebenarnya belum.

Paralel dengan hal ini, juga dikatakan, "Manusia hidup bukan dari roti
saja,tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah" (Mat. 4:4). Setiap
Firman yang keluar dari mulut ALLAH mengindikasikan kebenaran Firman TUHAN yang
dipahami secara memadai menghasilkan kehidupan rohani seseorang mengalami
pertumbuhan secara signifikan. "Dari mulut ALLAH" mengacu Firman ALLAH yang
keluar dari mulut TUHAN Yesus Kristus, yaitu Injilyang nilainya tiada tara.

Berarti Alkitab benar-benar berharga sebagai panduan jalan hidup yang harus
digali seluas-luasnya dan sedalam-dalamnya. Jangan puas dengan mendengar
khotbah di gereja pada hari Minggu yang hanya sesaat saja, dan lalu merasa
bahwa telah dibekali dengan kebenaran Firman TUHAN yang memadai. Sebab
kadang-kadang saat di gereja, konsentrasi kita terganggu; atau isi pemberitaan
Firman TUHAN-nya memang tidak mudah ditangkap; atau memang khotbahnya tidak
sesuai dengan kebenaran Alkitab. Alkitab adalah makanan rohani yang harus
dikonsumsi secara berkesinambungan setiap hari. Mari berkomitmen untuk bangkit,
dan dengan dorongan diri sendiri kita mengambil keputusan untuk menghargai
Alkitab sebagai Firman TUHAN dan berusaha terus menggali kekayaan yang ada di
dalamnya.

Hargailah kebenaran Firman TUHAN yang bermuara pada Perjanjian Baru


Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.
http://virtuenotes.blogspot.com

Permukaan Bumi Semakin Bergerak ke Utara

Permukaan Bumi Semakin Bergerak ke Utara

Saat Anda membaca artikel ini, permukaan bumi di bawah Anda bergerak secara perlahan-lahan menuju ke kutub utara. Menurut sejumlah ilmuwan, pergeseran ini lebih besar dibandingkan dengan yang mereka perkirakan. Akan tetapi, di luar efek minor pada satelit, tidak ada efek signifikan yang akan terasa.

Peneliti menemukan, pergeseran massa air di seluruh dunia, dikombinasikan dengan apa yang disebut dengan post-glacial rebound, telah menggeser permukaan bumi dari pusatnya sebanyak 0,035 inci atau 0,88 milimeter per tahun ke arah kutub utara. Demikian tulis Vivanews.

Post-glacial rebound merupakan efek balik dari permukaan padat bumi terhadap berkurangnya gletser dan hilangnya beban berat. Dengan berkurangnya gletser pada akhir jaman es, tanah di bawah es mulai naik dan terus naik. Untuk itu, seperti sudah diperkirakan, lapisan padat di permukaan akan bergerak ke utara sebagai efek dari pusat massa planet.

Saat menghitung perubahan ini, para ilmuwan mengombinasikan data gravitasi dari NASA dan satelit German Aerospace Center Gravity Recovery and Climate Experiment (GRACE) yang mengukur pergerakan permukaan bumi lewat GPS dan model yang dikembangkan oleh Jet Propulsion Laboratory (JPL) milik NASA yang memperkirakan massa samudra di atas setiap titik di dasar samudera.

Bergesernya bumi ini mengingatkan kita pada Ayub 14, yang oleh LAI (Lembaga Alkitab Indonesia) diberi judul Setelah mati tidak ada lagi harapan.

Ketika kita sudah mati, maka berakhirlah semuanya. Tidak ada lagi harapan, semuanya telah berlalu, tidak ada lagi harapan yang tersisa, semua musnah.
Digambarkan seperti gunung runtuh berantakan, dan gunung batu bergeser dari tempatnya, seperti batu-batu dikikis air, dan bumi dihanyutkan tanahnya oleh hujan lebat, demikianlah hancurnya harapan manusia yang telah mati.

Jadi selagi masih hidup, lakukanlah semaksimal mungkin. Berjalanlah dan berjuanglah untuk dekat dengan Tuhan. Louis Amstrong, seorang penyanyi legendaris bernyanyi "We have all the time in the world". Kita punya cukup waktu untuk berbuat baik selama di dunia, lakukanlah itu sebelum terlambat.

MUMPUNG MASIH HIDUP DAN BELUM MATI, DEKATLAH KEPADA TUHAN

Ayat Alkitab : Ayub 14:14-22

14:14

Kalau manusia mati, dapatkah ia hidup lagi? Maka aku akan menaruh harap selama hari-hari pergumulanku, sampai tiba giliranku;

14:15

maka Engkau akan memanggil, dan akupun akan menyahut; Engkau akan rindu kepada buatan tangan-Mu.

14:16

Sungguhpun Engkau menghitung langkahku, Engkau tidak akan memperhatikan dosaku;

14:17

pelanggaranku akan dimasukkan di dalam pundi-pundi yang dimeteraikan, dan kesalahanku akan Kaututup dengan lepa.

14:18

Tetapi seperti gunung runtuh berantakan, dan gunung batu bergeser dari tempatnya,

14:19

seperti batu-batu dikikis air, dan bumi dihanyutkan tanahnya oleh hujan lebat, demikianlah Kauhancurkan harapan manusia.

14:20

Engkau menggagahi dia untuk selama-lamanya, maka pergilah ia, Engkau mengubah wajahnya dan menyuruh dia pergi.

14:21

Anak-anaknya menjadi mulia, tetapi ia tidak tahu; atau mereka menjadi hina, tetapi ia tidak menyadarinya.

14:22

Hanya tubuhnya membuat dirinya menderita, dan karena dirinya sendiri jiwanya berduka cita."


http://www.wilotocorp.com

RON ARTEST

RON ARTEST


Ron Artest dulunya dikenal sebagai atlet NBA (Liga Bola Basket
Amerika Serikat) yang meski berbakat, tetapi sangat temperamental
dan kontroversial. Citra ini terbentuk terutama karena
perkelahiannya dengan penonton dalam sebuah pertandingan pada 2004.
Pada awal musim pertandingan 2009/2010, ia bergabung dengan tim
juara bertahan, Los Angeles Lakers. Pada waktu itu, ia mengaku sudah
berubah. Sayang, banyak orang meragukannya. Namun, lewat
pertandingan demi pertandingan, ia membuktikan janjinya. Hingga
akhirnya ia malah berjasa besar membantu timnya menjadi juara liga.

Perjalanan hidup Paulus juga mirip dengan pengalaman Ron Artest. Ia
dulunya adalah seorang musuh Kristus dan penganiaya jemaat. Singkat
kata, masa lalunya begitu kelam. Namun oleh anugerah-Nya, Tuhan
memanggilnya untuk bertobat melalui peristiwa di perjalanan ke
Damsyik. Hanya saja, karena reputasi masa lalunya yang buruk, murid-
murid yang lain sulit memercayai kalau Paulus sudah sungguh-sungguh
berubah. Namun, kecurigaan ini tidak membuat Paulus undur. Ia terus
berusaha meyakinkan mereka dengan bukti-bukti di hidupnya, bahwa ia
sudah sungguh-sungguh berubah.

Salah satu tantangan dalam membuka lembaran hidup yang baru memang
adalah kecurigaan dari orang-orang di sekitar kita, bahwa kita sudah
sungguh-sungguh berubah. Akan tetapi, seperti yang dilakukan oleh
Ron Artest dan Paulus, jangan kita undur kare-nanya. Sebaliknya,
buktikanlah dengan menjalani hidup kita yang baru secara konsisten.
Maka suatu hari kelak mereka akan percaya dan menerima kita
sepenuhnya --ALS

ORANG YANG SUNGGUH BERTOBAT PASTI AKAN MENUNJUKKAN
PERUBAHAN HIDUP YANG KONSISTEN


Kisah Para Rasul 9:1-19, 26-31

1 Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan
membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar,
2 dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada
majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan
laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap
mereka dan membawa mereka ke Yerusalem.
3 Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu,
tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia.
4 Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang
berkata kepadanya: "Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya
Aku?"
5 Jawab Saulus: "Siapakah Engkau, Tuhan?" Kata-Nya: "Akulah Yesus
yang kauaniaya itu.
6 Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan
dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat."
7 Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, karena mereka
memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang jugapun.
8 Saulus bangun dan berdiri, lalu membuka matanya, tetapi ia tidak
dapat melihat apa-apa; mereka harus menuntun dia masuk ke Damsyik.
9 Tiga hari lamanya ia tidak dapat melihat dan tiga hari lamanya ia
tidak makan dan minum.
10 Di Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama Ananias. Firman Tuhan
kepadanya dalam suatu penglihatan: "Ananias!" Jawabnya: "Ini aku,
Tuhan!"
11 Firman Tuhan: "Mari, pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus,
dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus yang bernama
Saulus. Ia sekarang berdoa,
12 dan dalam suatu penglihatan ia melihat, bahwa seorang yang bernama
Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangannya ke atasnya,
supaya ia dapat melihat lagi."
13 Jawab Ananias: "Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang
orang itu, betapa banyaknya kejahatan yang dilakukannya terhadap
orang-orang kudus-Mu di Yerusalem.
14 Dan ia datang ke mari dengan kuasa penuh dari imam-imam kepala
untuk menangkap semua orang yang memanggil nama-Mu."
15 Tetapi firman Tuhan kepadanya: "Pergilah, sebab orang ini adalah
alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada
bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel.
16 Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan
yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku."
17 Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia
menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: "Saulus,
saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di
jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya
engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus."
18 Dan seketika itu juga seolah-olah selaput gugur dari matanya,
sehingga ia dapat melihat lagi. Ia bangun lalu dibaptis.
19 Dan setelah ia makan, pulihlah kekuatannya. (9-19b) Saulus tinggal
beberapa hari bersama-sama dengan murid-murid di Damsyik.
26 Setibanya di Yerusalem Saulus mencoba menggabungkan diri kepada
murid-murid, tetapi semuanya takut kepadanya, karena mereka tidak
dapat percaya, bahwa ia juga seorang murid.
27 Tetapi Barnabas menerima dia dan membawanya kepada rasul-rasul dan
menceriterakan kepada mereka, bagaimana Saulus melihat Tuhan di
tengah jalan dan bahwa Tuhan berbicara dengan dia dan bagaimana
keberaniannya mengajar di Damsyik dalam nama Yesus.
28 Dan Saulus tetap bersama-sama dengan mereka di Yerusalem, dan
dengan keberanian mengajar dalam nama Tuhan.
29 Ia juga berbicara dan bersoal jawab dengan orang-orang Yahudi yang
berbahasa Yunani, tetapi mereka itu berusaha membunuh dia.
30 Akan tetapi setelah hal itu diketahui oleh saudara-saudara anggota
jemaat, mereka membawa dia ke Kaisarea dan dari situ membantu dia
ke Tarsus.
31 Selama beberapa waktu jemaat di seluruh Yudea, Galilea dan Samaria
berada dalam keadaan damai. Jemaat itu dibangun dan hidup dalam
takut akan Tuhan. Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan
dan penghiburan Roh Kudus.

Kebahagian hidup

Kebahagian hidup

Alkisah, seorang ibu cantik berpakaian mewah suatu hari datang ke psikiater untuk konsultasi.

Ia merasa seluruh hidupnya kosong tak bermakna.

Psikiater itu lalu memanggil seorang perempuan tua, petugas kebersihan yang pel lantai kantor.

"Saya minta Anne ke sini untuk menceritakan bagaimana ia menemukan kebahagiaan.

Yang harus Ibu lakukan hanya mendengarkan saja."

Anne meletakkan sapunya, duduk di kursi dan bercerita.

"Suami saya meninggal karena sakit kanker.

Tiga bulan kemudian putra tunggal saya meninggal ditabrak truk.

Saya
tak punya siapa pun. Tak ada yang tertinggal. Saya tak bisa tidur, tak
bisa makan, tak bisa senyum kepada siapa pun. Saya bahkan berpikir mau
bunuh diri.

Lalu suatu malam, ketika pulang kerja, seekor kucing
mengikuti saya ke rumah. Karena di luar dingin, saya membiarkan anak
kucing itu masuk ke dalam rumah. Saya memberinya susu, yang langsung
habis diminum. Anak kucing itu mengeong dan mengusapkan badannya ke
kaki saya.
Untuk pertama kalinya dalam bulan itu, saya bisa tersenyum.

Saya
lalu berpikir, jika membantu anak kucing bisa membuat saya tersenyum,
mungkin melakukan sesuatu untuk orang lain bisa membuat saya bahagia.
Jadi, hari berikutnya, saya buat kue dan bawa ke tetangga yang sakit, yang terbaring di ranjang dan tak bisa bangun.

Setiap hari saya mencoba melakukan sesuatu yang baik kepada seseorang. Melihat mereka bahagia membuat saya bahagia.

Hari
ini, rasanya tak ada orang yang bisa makan lahap dan tidur pulas
seperti saya. Saya menemukan kebahagiaan, kegembiraan dgn memberikan
kegembiraan kepada orang lain" kata Anne.

Sesudah mendengar
cerita ini, perempuan kaya itu menangis. Ia punya segala sesuatu yg
bisa dibeli uang, tapi dia kehilangan hal-hal yang tak bisa dibeli
uang.....

"Orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri, tetapi orang yang kejam menyiksa badannya sendiri." (Amsal 11:17).

Tuhan Yesus memberkati